Sebagaimana
yang kita ketahui bahwa kopi dikonsumsi untuk meningkatkan stamina dan
vitalitas bagi tubuh kita. Namun berbeda jika kopi dikonsumsi bagi ibu
hamil maka apa yang terjadi. Ternyata kopi dapat menimbulkan keguguran
pada saat kehamilan tua.
Dalam
beberapa tahun terakhir, telah banyak dilakukan penelitian tentang efek minum kopi bagi kesehatan ibu hamil. Menurut
Dr Verena Sengpiel, seorang dokter kandungan / ginekolog di Sahlgrenska
Academy of Sahlgrenska University di Goteborg, Swedia mengemukakan
"Kopi merupakan minuman yang mengandung kafein, kafein jika dikonsumsi
oleh ibu hamil akan mengakibatkan peningkatan risiko bayi berat badan lahir rendah. Setiap 100 mg kafein yang dikonsumsi oleh ibu
per hari disamakan dengan pengurangan hampir satu ons berat bayi saat
lahir selain itu menyebabkan usia kehamilan jadi lama dimana setiap 100 mg kafein juga meningkatkan usia kehamilan lima jam". Beliau menyarankan bahwa perempuan membatasi jumlah kafein yang mereka konsumsi selama kehamilan.
Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Dr. De-Kun Li beserta beberapa koleganya di divisi riset di Oakland mengatakan bahwa ditemukan ibu hamil yang mengkonsumsi lebih dari 200 mg kafein
per hari terjadi
risiko keguguran pada , tetapi tidak ada risiko tambahan pada kadar rendah. Di Amerika
Serikat, sekitar 16 persen dari seluruh kehamilan berakhir dengan
keguguran dan sekitar 12 persen bayi terlahir secara prematur. Riset telah menunjukkan kafein bisa melewati
plasenta, yang menyebabkan kekhawatiran bahwa bisa menimbulkan
keguguran atau kelahiran prematur.
Bagi anda
seorang ibu hamil penikmat berat kopi sebaiknya mulai dari sekarang
untuk mengurangi konsumsi kopi atau berhenti untuk tidak konsumsi kopi,
memang mengurangi kafein memang
tidaklah mudah biasanya hari pertama anda akan mengalami
sakit kepala, mudah letih, lelah, gampang mengantuk, dan kesulitan untuk
berkonsentrasi. Karena itu, bisa dicoba untuk mengurangi mengkonsumsi kopi
secara bertahap untuk mencegah resiko keguguran yang terjadi pada janin dapat dihindari.
Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat mengurangi resiko kematian ibu hamil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar